Desember 12, 2007

a7xa7x

Desember 7, 2007

a7x

Rektor Baru IPB 2007-2012

Desember 3, 2007

Rektor Baru IPB 2007-2012

Herry Suhardiyanto Terpilih Menjadi Rektor IPBSenin, 3 Desember 2007
Sidang Paripurna Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA) IPBSenin(3/12) di Gedung Rektorat,Kampus IPB Dermaga , yang dipimpin Ketua MWA IPB Didiek Rachbini dan dihadiri Mendiknas, Bambang Soedibjo, berhasil memilih dan menetapkanDr.Ir.Herry Suhardiyanto, M.Sc.(48 tahun) sebagai rektor IPB, periode 2007 – 2012.

Pada pemilihan itu Dr.Ir.Herry Suhardiyanto MSc mengungguli dua calon rektor lainnya masing-maing Prof.Dr.Ir.Dudung Darusman, MA., dan Prof.Dr.Ir.MA Chozin, M.Agr., dengan meraih suara 65,7 persen. Sedangkan Prof.Dudung Darusman sebanyak 17,1 persen dan Prof.M.A.Chozin sebanyak 10,2 persen suara. Suasana pemilihan berjalan dengan hidmat dan penuh ketegangan. Satu persatu para calon rektor kembali memaparkan visi dan misi selama 15 menit. Setelah itu kembali mereka diuji kelayakan oleh anggota MWA.

Di luar ruangan, civitas akademika IPB bisa mengikuti jalannya sidang paripurna melalui televisi. Terpasang 2 unit televisi di lantai 1 dan 2, serta 1 unit televisi di lantai 6.
Diantara sivitas akademika tampak sekitar 20 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM IPB) memberikan pernyataan sikap menuntut MWA agar melakukan pemilihan sesuai dengan hati nurani dan bebas dari kepantingan eksternal yang kontraproduktif terhadap kepentignan IPB, pertanian, bangsa dan negara.
Manasiswa juga menghimbau MWA agar tidak terpengaruh terhadap isu atau berita apapun yang dihembuskan oleh pihak-pihak luar IPB yang berusaha mengintervensi proses pemilihan rektor.
Usai sidang, kepada wartawan Dr.Herry kelahiran Banjarnegara,Jateng dan terakhir sebagai Wakil Rektor II menerangkan program pertama yang akan dilakukannya adalah bersilaturahmi dengan seluruh komponen civitas akademika IPB.

“Program pertama, saya akan melakukan silaturahmi dengan seluruh komponen IPB agar semuannya siap untuk menatap masa depan yang lebih baik. Persoalan ini bukan persoalan satu, dua orang, tapi persoalan kita semua, warga IPB,” ujarnya.

Sementara, program kerja yang akan dilakukan ada 5 bidang yaitu, Pendidikan dan Kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kesejahteraan, peningkatan kapasitas, dan penguatan sistem manajemen kampus.(man)
(ipb.ac.id)

penyesalan1

Desember 2, 2007

kejadian itu terjadi hari rabu tanggal 28 november 2007.  Hal yang sangat menjadi salah satu penyesalan penyesalan dal hidupku…

Waktu itu saya telah berbuat curang dengan membubuhkan tanda tangan orang yang tidak ada di tempat kuliah…

“bagaikan menyimpan bangkai, lama-lama orang bakal menyiumnya” seperti perbuatan yang kulakukan, akhirnya tak lama setelah pembubuhan itu, saya akhirnya di ponis sebagai pelaku….

Jujur saja setelah kejadian itu saya merasa sangat…sangat menyesal dan kejadian itu selalu menyelimutiku stiap detik, menit, jam dan hari…. Saya berjanji dalam hati saya, iyu akan menjadi hal pertama dan terakhir dlm hidupku….

Penyesalan

Desember 2, 2007

Percayalah, penyesalan akan datnag setelah kau berpikir ulang tentang apa yang telah kau lakukan…

Sebuah tindakan yang baik akan menghasilkan pahalas, dan setiap perbuatan yang buruk akan membawamu ke jurang penyeslan…

Kau akan menerima apa yang telah kau beri…

Global Warming

Desember 2, 2007

Penelitian terakhir para ahli klimatologi di Amerika Serikat berhasil membuktikan bahwa pemanasan global terjadi karena Bumi menyerap lebih banyak energi Matahari daripada yang dilepas kembali ke ruang angkasa.

Kesimpulan ini diperoleh melalui model komputer yang mensimulasikan data-data iklim dari pengukuran suhu lautan. Bukti tersebut semakin menguatkan pendapat bahwa aktivitas manusia adalah penyebab pemanasan global.

Para peneliti mencoba menghitung selisih energi matahari yang diterima oleh atmosfer dengan yang dilepaskan kembali ke luar angkasa. Karena tidak dapat diukur langsung, para peneliti mengambil data dari lautan.

“Mengukur perubahan secara langsung sulit dilakukan, karena Anda harus mendeteksi variabel tertentu dari sekian banyak variabel,” kata Gavin Smith, salah satu anggota tim peneliti dari NASA.

“Tapi kami tahu berapa besar energi yang diserap lautan dari pengukuran selama puluhan tahun melalui satelit maupun peralatan yang ditempatkan langsung. Didukung pemahaman kami tentang atmosfer, hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa selama ini terjadi ketidakseimbangan di atmosfer,” lanjutnya.

Caranya dengan memonitor suhu permukaan laut dari ribuan pelampung (buoys) yang tersebar di berbagai lokasi. Data-data yang diambil dari berbagai tempat dimasukkan dalam komputer dan merepresentasikan model iklim yang kompleks meliputi aktivitas atmosfer, laut, angin, arus, gas, dan zat pencemar lainnya.

Dari simulasi tersebut tampak bahwa atmosfer bumi menyerap energi 0,85 watt per meter persegi (secara keseluruhan setara dengan 7 triliun bola lampu 60 watt), lebih dari energi yang dilepaskan kembali. Penyebabnya adalah efek rumah kaca yang terbentuk oleh lapisan gas karbon dioksida. lapisan tersebut menyerap radiasi panas yang dipantulkan bumi yang seharusnya dilepaskan ke ruang angkasa.

Menurut Gavin Schmidt, butuh energi yang besar untuk menghasilkan perubahan di permukaan bumi. Meskipun demikian penyerapan energi telah berjalan dalam rentang waktu yang lama.
Berdasarkan laporan Nasa, penyerapan energi sudah terlalu besar sehingga peningkatan suhu bumi sebesar setengah derajat celcius tidak dapat dicegah kecuali manusia menghentikan produksi gas rumah kaca.

Pandangan Skeptis

Tidak semua ahli sepakat dengan kesimpulan tersebut. Salah satunya adalah William Kininmonth, pimpinan pusat iklim nasional Australia dan anggota delegasi Australia dalam negosiasi perjanjian iklim PBB.

Menurutnya, terlalu banyak asumsi yang dipakai dalam simulasi komputer daripada data sesungguhnya. Oleh karena itu, sangat sulit untuk mengakui keakuratan hasil ketidakseimbangan energi dalam ukuran beberapa meter persegi.

Berbeda dengan Damian Wilson, manajer cuaca dan parameter radiasi di lembaga meteorologi Inggris yang lebih antusias dalam menanggapi hasil penelitian tersebut.

“Model komputer yang mengolah perubahan suhu di permukaan bumi adalah suatu kemajuan — tapi bukan berarti hasil pembuktian tersebut benar lho,” katanya.

“Paling tidak kita lebih yakin bahwa model tersebut bekerja dengan benar karena menghasilkan kesimpulan yang masuk akal,” lanjutnya.

Sementara Jim Hansen, direktur Goddard Institute for Space Studies milik NASA di New York, sekaligus peneliti perubahan iklim, mengatakan temuan di atas patut mendapat perhatian. “Bila kita menunggu bukti-bukti perubahan iklim (dan tidak segera mengambil tindakan), mungkin kita akan terlambat,” katanya.

“Tapi bila kita bertindak sejak sekarang untuk mencegah perubahan iklim, maka kita memberi waktu pada Bumi untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.”

Dalam papernya yang berjudul Climatic Change (v 68, p 269), Hansen mengatakan bahwa kenaikan suhu 1°C saja bisa memicu melelehnya lapisan es dunia. Proses ini bisa diawali dari Greenland yang bakal melepaskan armada gunung es-nya ke lautan sehingga permukaan laut akan naik menjadi beberapa meter.

Model iklim berbasis komputer berkembang pesat beberapa tahun terakhir. Akan tetapi masih terdapat masalah dalam memodelkan beberapa proses yang terjadi di atmosfer, khususnya perambatan panas di awan. Para ilmuwan masih berharap dapat memperoleh lebih banyak data dari lautan dan aerosol seperti debu, abu, tanah, dan partikel yang lain di atmosfer. (bbc.co.uk/newscientist.com/Wah/wsn) 

Hello world!

Oktober 3, 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!